Fertilitas Pria
Dokter Spesialis Andrologi adalah Dokter Spesialis yang menangani kasus-kasus masalah laki-laki dan sperma. Hal ini meliputi:
- Infertilitas Pria (Azoospermia, Oligozoospermia, Teratozoospermia)
- Masalah Seksual Pria (Disfungsi Seksual, Ejakulasi Dini)
- Teknologi Reproduksi Berbantu (Inseminasi Buatan, Bayi Tabung)
Status Fertilitas Pria dinilai dari kondisi Sperma nya. Jadi untuk pemeriksaan awal biasanya dilakukan Pemeriksaan Sperma (Semen Analysis).
Bila dari hasil Pemeriksaan Sperma tersebut dibutuhkan pemeriksaan lanjutan, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti:
- Uji Fuktosa
- Uji Migrasi Sperma
- DNA Fragmentasi Index
Untuk penjelasan yang detail dari hasil Pemeriksaan Sperma (Semen Analysis), konsultasikan hasil pemeriksaan tersebut ke Dokter Spesialis Andrologi.
Jumlah sperma dipengaruhi oleh proses pembuatan sperma (Spermatogenesis) di buah zakar. Dengan treatment yang tepat, kita dapat memperbaiki Spermatogenesis, hal tersebut dapat meningkatkan jumlah sperma yang diproduksi oleh testis.
Inseminasi Buatan (IUI) dan Bayi Tabung (IVF)
Inseminasi Buatan dan Bayi Tabung merupakan tindakan Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) untuk membantu terjadinya kehamilan. Namun di antara keduanya memiliki perbedaan yang signifikan:
- Pada Inseminasi Buatan (IUI), sperma yang telah dikeluarkan akan dicuci terlebih dahulu di laboratorium Andrologi, kemudian sperma tersebut dimasukkan ke dalam rahim.
- Pada Bayi Tabung (IVF), sperma yang telah di persiapkan akan dimasukkan kedalam sel telur di laboratorium, lalu di inkubasi selama 3-5 hari. Embrio yang telah diinkubasi tersebut akan dimasukkan ke rahim.
Perbedaannya adalah pada Inseminasi Buatan, pertemuan antara sperma dan sel telur terjadi pada tubuh istri. Sedangkan pada Bayi Tabung (IVF), pertemuan antara sperma dan sel telur terjadi di laboratorium.
Bahan Utama pada kehamilan adalah Sel Telur dan Sperma. Keberhasilan tindakan Inseminasi dan Bayi Tabung ditentukan oleh kondisi sperma dan sel telur.
Kondisi Sperma dan Sel Telur memiliki andil yang sama besarnya dalam keberhasilan Inseminasi dan Bayi Tabung, yaitu masing-masing sebesar 40%. Sangat disayangkan bila kita hanya fokus pada faktor istri saja tanpa mempedulikan faktor suami saat Program Hamil.
Tidak Mungkin. Azoospermia merupakan kondisi tidak-adanya sperma pada air mani (cairan semen). Syarat untuk terjadinya kehamilan adalah adanya Sperma dan Sel Telur. Bila tidak didapatkan sperma, maka tidak mungkin bisa dilakukan Bayi Tabung (IVF).
Satu-satunya treatment Promil dengan kondisi Azoospermia adalah keluar dari kondisi Azoospermia tersebut.
Azoospermia bisa disebabkan oleh 2 hal, yaitu:
- Masalah pada proses produksi sperma
- Sumbatan pada saluran sperma (ejakulasi), sehingga sperma tidak dapat keluar.
Untuk masalah produksi sperma, treatment yang bisa dilakukan adalah dengan memperbaiki proses pembuatan sperma (spermatogenesis), sehingga sperma mulai diproduksi kembali.
Untuk masalah sumbatan, biasanya kita manage penyebab sumbatan tersebut sehingga sperma dapat keluar kembali.